EOR- Conference in Bali.
Indonesian natural resources regulator “BP MIGAS” together with the state oil company “EP PERTAMINA” July 28-30 hosted an International EOR Work-Shop, devoted to the urgent problem of brown oil fields development.
At the Work-Shop “PETROS” and its Indonesian partner “REKAYASA INDUSTRY” submitted a presentation of their join project on development of Western Java oil fields.
Later in Jakarta “PETROS” conducted MoU negotiations with “EP PERTAMINA”on Benakat Timur oil field (Sumatra) and with “BAKRIE GROUP” on co-operation in oil field services and pipelines.

Bisnis Indonesia, Senin, 28 Juli 2008
Oleh DIENA LESTARI & Sm MUNAWAROH JAKARTA: PT Rekayasa Industri (Rekind) — menggandeng dua perusahaan internasional asal Rusia dan Amerika Serikat (AS) — membidik proyek enhanced oil recovery (EOR) pada sumur-sumur minyak tua milik PT Pertamina E&P. BUMN yang bergerak di bidang engineering, procurement and construction (EPC) tersebut menggaet Petros dari Rusia dan Kelkar dari AS untuk meningkatkan produksi minyak Pertamina E&P melalui teknologi EOR. Dirut PT Rekayasa Industri Triharyo Susilo mengatakan lifting minyak yang terus menurun dalam be-berapa tahun terakhir dan menye-babkan Indonesia harus mengimpor minyak menjadi salah satu pemikir-an untuk masuk ke bisnis EOR. "Kami terjun ke EOR untuk membantu meningkatkan lifting minyak, caranya dengan menggaet Petros Russia dan Kelkar AS yang menguasai teknologi EOR, untuk melakukan modelling dan project scopping EOR," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu. Peningkatan produksi minyak nasional menjadi sangat penting mengingat harga minyak yang terus fluktuatif di atas US$120 per barel. Di lain sisi, saat ini ada kekha-watiran bahwa target APBN untuk lifting minyak pada 2008 tidak akan tercapai. Menkeu Sri Mulyani saat penyu\ sunan APBN 2008 pernah menyampaikan bahwa target 1,034 juta barel tahun ini jangan sampai jadi "pepesan kosong." Kendati DPR dan pemerintah menyetujui target 927.000 barel minyak per hari. Untuk mendukung peningkatan produksi minyak tersebut, pemerintah telah merevisi Peraturan pemerintah tentang pengelolaan sumur-sumur tua. Dari 13.824 sumur tua di selurah Indonesia, diharapkan 5.000 sumur masih mampu memproduksi 5.000 s/d 12.000 barel minyak per hari. Menurut Triharyo, proyek EOR diharapkan dapat dilakukan pada sejumlah lapangan minyak milik Pertamina E&P, mengingatbanyak-nya sumur-sumur tua yang dimiliki BTJMN migas tersebut. "Kami akan bekerja sama dengan Pertamina EP. Dengan EOR, produksi minyak bisa dinaikkan minimum 10%-15% dari produksi nasional saat ini," jelasnya. Rekind, lanjut Triharyo, akan menyisihkan sebagian dana yang diperoleh dari initial public offering (IPO) untuk membiayai proyek EOR tersebut. |






